03 October 2011

Pattern Hunter #1

Hari ini 3 Oktober 2011. Siang tadi sekitar pukul 2 siang, saya bertemu 2 teman saya di kampus, namanya Azizah dan Ajeng. Mereka membawa sesuatu yang saya cari, yaitu barang bermotif/berpattern! Horee.. Nah, ini dia cerita singkat Pattern Hunter episode perdana.

Pattern dari Vietnam
Azizah membawa wadah hardisk external-nya waktu itu. Warnanya contrast, lalu modelnya juga unik. Ah, saya coba menelisik. Saya benar-benar tidak ada bayangan bagaimana caranya membuat motif bergaris unik wadah itu. Sekilas pattern-nya seperti stripes, tapi ada jahitan di tengah-tengah garis tipis yang berjajar berwarna-warni itu. 

Barang itu oleh-oleh dari temannya (Mbak Heni) yang abis melancong dari Vietnam pertengahan tahun 2011. Menurut informasi, harganya sekitar puluhan ribu rupiah. Pattern ini unik, saya tidak menyangka akan bertemu pattern dari Vietnam hari ini. 




terima kasih, Azizah atas waktunya :)


Pattern dari Jepang
Setelah semacam interview singkat dengan Azizah, ternyata Ajeng juga membawa sebuah dompet kecil dari Jepang. Dompet itu pemberian dari Budhe-nya sekitar tahun 2003-an. Percayalah, warnanya masih segar! Tahan lama juga ya. 

Ada sesuatu yang unik dari dompet ini, kain dasarnya itu bertekstur seperti ombak. Entahlah kain apa itu. Lalu menurut perkiraan saya, pattern wanita berbaju Jepang itu adalah hasil printing (entah digital atau manual). Nuansa warnanya hangat dan juga sangat mewakilkan Jepang karena ikon-ikon bunga dan wanita berbaju Jepang. 


 tekstur kain yang unik!

terima kasih, Ajeng sudah mau berbagi cerita. :)

Pattern Hunter


Pattern Hunter tercetus setelah saya sharing ide ini kepada Putri di sebuah warung makan bakmi jawa berbintang 6. Pattern Hunter ini ceritanya sebuah proyek abal-abal yang akan menginterview orang tentang barang-barang miliknya yang punya motif/pattern tertentu.  Tentang apa patternnya, warnanya, lalu bahannya apa, beli kapan dan dimana, harganya berapa, dan seterusnya. Hasil interviewnya nanti akan dipost di blog Pipette Pattern beserta foto motif barang dan orangnya juga. Jadi ajang narsis juga boleh asal mau diinterview. :p

Alasan dibalik Pattern Hunter ini simpel saja kok. Proyek abal ini saya harap bisa jadi pemicu untuk membentuk diri menjadi orang yang eksploratif. Setiap benda yang kita punyai, pasti punya cerita tersendiri. Nah, cerita dari orang-orang di sekitar kita itu yang akan kita eksplorasi. Walaupun teman dekat, kadang kita tidak tahu cerita dibalik gorden bermotif di rumahnya. Sekali lagi, hanya untuk melatih lebih eksploratif saja.

Lalu alasan selanjutnya, tentang bagaimana menyampaikan cerita-cerita tadi. Adalah hal penting ketika kita bisa menceritakan kembali apa yang sudah kita alami. Bukankah pekerjaan travel writer itu ada karena mereka berhasil menceritakan kembali apa yang sudah mereka alami dengan menarik?

Pada dasarnya, Pattern Hunter ini akan mengumpulkan pendapat-pendapat yang tak terduga dari teman-teman kita tentang motif-motif/pattern di sekitar kita! So, Let’s Hunt! :D

Siapapun boleh turut serta ambil bagian dalam proyek abal-abal (non-profit) ini. 
Silakan email ke ojanto@rocketmail.com 

02 October 2011

Hari Batik Nasional

Hari ini, 2 Oktober 2011 adalah Hari Batik.
Pipette patut ikut serta dalam merayakan hari besar Pattern Asli Indonesia ini.
Pipette berharap, semakin banyak yang menggunakan dan memproduksi batik setelah ini. :)

Wall of Stones

Teringat tentang hebatnya para pemecah dan penata batu. Ketika itu saya masih SD, jalan di depan rumah saya masih tanah yang banyak kerikil dan debu. Lalu datanglah proyek perbaikan jalan beserta para pemecah dan penata batu. Jalan depan rumah diubah menjadi jalan berbatu kali yang sudah dipecah-pecah, lalu ditata sedemikian rupa sehingga jalanan menjadi sedikit lebih baik. Tak lupa dengan ornamen rumput liar tumbuh di celah-celahnya. 

Sayang saya tidak punya fotonya. Tapi saya merekamnya dalam ingatan, begitu jelas jalan bebatuan itu. Lalu seiring waktu, saya melihat pola yang sama pada dinding di beberapa tempat. Pola inilah yang menjadi pemicu untuk menggambar bebatuan yang dipecah lalu ditata.


 hand drawn
The color is too hot

Kemudian terpikirlah untuk menindaklanjuti gambar itu. Saya berniat untuk menimpakan gambar-gambar abstraksi ini ke dalam produk-produk Ojanto, yaitu berupa pouch. Proses sablon saya coba untuk melakukan sendiri di rumah baru, yang masih sedikit blm nyaman ini. 

Printing Preparation 

Lalu memadukan abstraksi itu dengan warna-warna. Semakin larut malam, semakin saya penasaran dengan bebatuan-bebatuan warna-warni ini. Saya memakai pasta sablon fasde (water-based) dengan campuran sedikit rubber (oil-based) supaya tampilan warnanya bisa lebih bold.

 colors preparation

Kain yang digunakan adalah kanvas bertekstur, saya tidak begitu ingat nama jenis kanvas ini. ada 25 lembar kain yang sudah dipotong dan disablon untuk dijadikan pouch. Sekarang sedang dalam proses penjahitan. Semoga bisa cepat jadi dan siap terbang ke tangan kalian. :D

wall of stones on fabric

03 September 2011

Pattern : Gelas

"Urip ki gur mampir ngombe". Pernahlah saya mendengar ungkapan macam itu. Awalnya, saya berpikir bahwa ngombe yang dimaksud itu mabuk-mabukan miras. Akan tetapi di sisi lain, saya coba memahami bahwa yang dimaksud adalah hidup ini terlalu singkat. Adalah motivasi supaya kita melakukan hal-hal yang bermanfaat. 

Apapunlah isi dakwah itu, saya lebih fokus ke bagian ngombe-nya saja. Ngombe = minum = drink. Hal yang terlintas adalah minumannya, dan tentu saja gelas. Dan ini adalah pattern gelas yang bisa saya sajikan. Menarikkah untuk dijadikan pattern dalam kain? Semoga saja. Siapa tahu menjadi pelepas dahaga. :)

 original drawing

Suatu malam saya pergi membeli tinta bak, lalu coba menggores langsung ke kertas gambar menggunakan kuas. Karena belum terbiasa, saya merasa itu sangatlah susah. Tapi inilah awal percobaan saya. Selamat menikmati. :)

Pattern Gelas